Syair Untuk Gus Dur
9 January 2010 4 Comments
يَاعَبْدَ الرَّحْمَنْ يَا آيَاتَ الزَّمَانْ
إِلَى جِوَارِ الرَّحْمَنْ رَجَعْتَ بِالآمَانْ
يَا عَبْدَ الرَّحْمَنْ يَا رَايَةَ السَّلاَمْ
أَدْخَلَكَ الرَّحْمَنْ جَنَّةَ دَارِ السَّلاَمْ
Wahai Abdurrohman, wahai tanda-tanda zaman
Kepada Allah Sang Pengasih, engkau kembali dengan tenang
Wahai Abdurrohman, wahai panji keselamatan
Allah memasukkan engkau ke surga, rumah keselamatan
Oleh: Emha Ainun Najib (Cak Nun)
===============
Syair di atas disusun oleh Cak Nun dan dilantunkan dalam acara 7 hari setelah wafatnya Gus Dur.
Saya mencoba untuk melanjutkan syair ini hingga menjadi beberapa bait. Meski pada dasarnya saya sendiri tidak memiliki kompetensi yang baik untuk melakukannya. Apalagi beberapa bait di atas ditulis oleh orang seperti Cak Nun dan ditujukan untuk orang selevel Gus Dur.
Bisa jadi isi syair yang saya susun ini tidak mewakili terhadap apa yang ada pada kenyataannya. Bisa juga tata bahasa dan nilai sastra syair bahasa Arab ini terasa kering, bahkan bisa jadi salah.
Oleh karena itu, jika ada kekurangtepatan isi, pilihan kata, serta nilai sastra yang ada dalam syair ini. Mohon diberikan saran konstruktif agar menjadi lebih sempurna.
===============
فَاشْهَدُوْا عِبَادَ اللهِ حُسْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنْ
وَحُسْنَ مُعَاشَرَتِهْ لِجَمِيْعِ اْلإِنْسَانْ
لَوْلاَ عَبْدُ الرَّحْمَنْ لَقَدْ هَلَكَ الزَّمَانْ
بِجُهْدٍ قَدْ حَاوَلَ إلى تَحْقِيْقِ الإحْسَانْ
Wahai manusia, saksikanlah kebaikan Abdurrohman
Kebaikan pergaulannya terhadap semua manusia
Andaikata tak ada Abdurrohman, binasalah zaman
Dengan sungguh-sungguh, dia berusaha mewujudkan perbaikan
أَعَانَ اْلآخَرِيْن وَآتَاهُمُ اْلآمَانْ
عَاشَرَ وَحَامَاهُمْ بِإِعْطَاء الْبُرْهَانْ/البيان
ِلأَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ رَحْمَةً لِلْعَالَمْ
وَالتَّعَدُّدِيَّةْ مِنْ سُنَنِ الرَّحْمَنْ
Dia menolong ”orang lain” dan memberikan ketenangan
Bergaul dengan mereka, dan melindungi mereka dengan bukti nyata
Karena dalam Islam, ada rahmat bagi semesta alam
Pluralisme adalah sunnatulloh, Sang Pengasih
وَهُوَ أَبُو اْلأُمَّةْ مُفَكِّرُ الْبُلْدَانْ
مَا جَاءَ إِلاَّ لِخِدْمَتِهِمْ وَاْلآمَانْ
عِنْدَمَا أصابته شَدَائِدُ الزَّمَانْ
قَابَلَهَا حَازِمًا بِالْحَقِّ مُسْتَقِيْمًا
Dialah bapak umat, pemikir bangsa
Dia datang hanya untuk melayani umat dan kedamaian
Ketika kejamnya zaman menimpanya
Dihadapinya dengan penuh keteguhan akan kebenaran, dan istiqomah
يَا اللهُ يَا رَحْمَنْ يَا كَثِيْرَ الْغُفْرَانْ
بِبَرَكَةِ الْغَوْث وَبِعَلَمِ اْلإِيْمَانْ
اِجْعَلْ إِنْدُوْنِيْسِيَا بَلَدًا سَالِمًا
مُتَمَدِّنًا وَرَعِيَّتُهُ فِي اْلآمَانْ
Ya Allah Maha Pengasih, Maha Pengampun
Dengan berkah al-Ghouts dan Rasulullah
Jadikanlah Indonesia negeri yang damai
Berperadaban, dan masyarakatnya dalam ketenangan
Sip cak…
Aku stuju
Makasih, tapi ini hanya sebuah tulisan kecil yang nggak sebanding dengan kiprah dan sepak terjang Gus Dur
nice….!!!! ga da rencana buat dilantunkan juga ta?kaya cak Nun?
Am3l, nggak ada kayaknya, itu cuma lagi iseng aja pas lagi berkabung setelah wafatnya Gus Dur, btw makasih dah mau mampir