Sekilas Tentang Haid dan Nifas

Kaum hawa sebagai makhluk Allah yang diciptakan bagi kaum Adam untuk menjadi pasangan hidupnya demi melestarikan keturunan. Salah satu tanda perempuan yang dapat memiliki keturunan adalah perempuan yang mengalami dan memiliki siklus haid. Ketika seorang perempuan tidak mengalami haid, maka dikhawatirkan perempuan tersebut tidak dapat memberikan keturunan.

Nifas dalam kajian fiqih adalah darah yang keluar setelah perempuan melahirkan. Dengan masa yang cukup panjang mencapai 4 bulan.

Rumusan dan aturan hukum terkait tentang haid dan nifas merupakan hasil penelitian induktif (metode istiqro’) yang dilakukan oleh Imam Syafi’i terhadap perempuan-perempuan Arab, yang dilakukannya dengan berjalan dari satu kabilah ke kabilah yang lain, dari satu daerah ke daerah yang lain, yang ditempuh dalam rentan waktu yang sangat panjang.

Penjelasan dan paparan yang ditulis dalam tulisan ini sengaja disusun sedemikian singkat, mengingat mempelajari haid dan nifas yang dapat dipahami dalam waktu singkat sangatlah tidak mungkin. Butuh waktu yang lama dan komitmen tinggi dalam mempelajari serta menganalisa kategori-kategori perempuan yang mengalami haid dan nifas berikut contoh-contohnya.

Dalam makalah ini, akan sedikit dipaparkan seputar haid, meliputi pengertian, warna dan sifat darah haid, masa haid, kategori perempuan yang mengalami haid, dan sekelumit tentang nifas berikut pengertian dan masa-masanya.

HAID

Pengertian Haid

Haid adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan yang sehat, yang telah mencapai usia haid (9 tahun qomariyah). Sedangkan darah yang keluar dari seorang perempuan yang sakit, maka disebut sebagai darah fasad (rusak/penyakit).

Darah yang keluar sebelum usia 9 tahun (hijriah) adalah darah yang rusak (darah fasad). Darah yang keluar selain masa-masa haid dikategorikan sebagai darah istihadhoh.

Ada beberapa hewan yang mengalami haid, yaitu trenggiling, kelinci, unta, anjing, kelelawar, cicak, kuda.

Warna dan Sifat Darah Haid

Warna darah haid dari yang terkuat sampai yang terlemah adalah hitam, merah, kelabu, kuning, keruh. Sedangkan sifat-sifat darah adalah kental, amis (berbau tidak sedap), kental dan amis.

Contoh:

  • Darah hitam-kental, lebih kuat daripada darah hitam-encer
  • Darah hitam-amis, lebih kuat daripada darah hitam-tidak amis
  • Darah kental-amis, lebih kuat daripada darah kental saja, atau amis saja.
Catatan: Sifat dan warna darah ini baru digunakan ketika darah haid yang keluar melebihi batas maksimal haid (15 hari), hal ini bertujuan agar perempuan dapat menentukan mana masa haidnya dan mana masa sucinya.
 

Masa Haid dan Masa Suci

Masa minimal haid adalah sehari semalam (24 jam). Sedangkan masa maksimal haid adalah 15 hari. Jika darah yang keluar lebih dari 15 hari 15 malam, maka darah tersebut disebut sebagai darah istihadhoh (darah penyakit).

Sedangkan masa suci (tidak keluar darah haid) minimal adalah 15 hari, dan tidak ada jumlah maksimal dalam masa suci ini.

Macam-macam Perempuan yang Mengalami Haid

Adanya jenis-jenis perempuan ini, dengan melihat adanya darah yang keluar melebihi batas maksimal haid (15 hari 15 malam). Dan jenis-jenis perempuan ini juga dengan memperhatikan sifat dan karakter darah.

Pertama, Mubtadi’ah (مبتدأة) / Perempuan Yang Pertama Kali Mengalami Haid

Perempuan jenis ini terbagi menjadi 2 kategori, yang dapat membedakan warna darah dan yang tidak dapat membedakan warna darah.

  1. Mubtadi’ah Mumayyizah (مبتدأة مميزة) / Perempuan yang pertama kali mengalami haid dan dapat membedakan warna darah
    Perempuan ini adalah perempuan yang baru pertama kali mengeluarkan darah haid dan dapat membedakan antara darah yang kuat dan warna darah yang lemah.
    Ketentuan hukum haid perempuan kategori ini: Hukum haid perempuan ini adalah dikembalikan pada kemampuannya dalam membedakan warna darah (darah kuat dan darah lemah)
    Syarat-syarat perempuan kategori ini:
    Darah kuat tidak kurang dari masa minimal haid (sehari semalam)
    Darah kuat tidak lebih dari masa maksimal haid (15 hari 15 malam)
    Darah lemah tidak kurang dari masa minimal suci (15 hari 15 malam)
    Darah lemah yang keluar lebih dari 15 hari tersebut terus bersambung (tidak ada darah kuat yang mengiringinya).
    Untuk contoh detilnya, lihat pada tabel.
  2. Mubtadi’ah Ghoiru Mumayyizah (مبتدأة غير مميزة) / Perempuan yang pertama kali mengalami haid dan tidak dapat membedakan warna darah
    Perempuan ini adalah perempuan yang baru pertama kali mengeluarkan darah haid dan sama sekali tidak dapat membedakan antara warna darah yang kuat dan warna darah yang lemah.
    Ketentuan hukum haid perempuan kategori ini:
  • Jika darah yang keluar dari perempuan ini tidak memenuhi syarat pada perempuan poin 1.a, dan hanya tahu awal keluar darahnya, maka darah haid perempuan ini adalah sehari-semalam (24 jam), dan masa sucinya adalah 29 hari.
  • Jika dia sama sekali tidak dapat mengenali sifat darahnya yang keluar, dan tidak tahu kapan keluarnya, maka perempuan tersebut masuk kategori perempuan Mutahayyiroh(Perempuan Mutahayyiroh dalam tinjauan hukum haidnya terbilang amat rumit. Ada dua istilah untuk kategori perempuan ini, istilah pertama adalah Mutahayyiroh (perempuan yang bingung dengan darah haidnya), dan istilah kedua adalah Mutahayyaroh (perempuan yang dibingungkan oleh darah haidnya).
    Untuk contoh detilnya, lihat tabel.

Kedua, Mu’tadah (معتادة / Perempuan Yang Pernah Mengalami Haid

Perempuan yang pernah mengalami haid terbagi menjadi tiga 2 kategori; yang dapat membedakan jenis darah dan yang tidak dapat membedakan jenis darah.

  1. Mu’tadah Mumayyizah (معتادة مميزة) / Perempuan yang pernah mengalami haid dan dapat membedakan jenis darah
    Perempuan ini adalah perempuan yang pernah mengalami haid dan masa suci (meski 1 kali saja) serta dapat mengenali dan membedakan antara warna darah kuat yang dan warna darah yang lemah.
    Ketentuan hukum haid perempuan kategori ini: Darah haid perempuan ini dengan menitikberatkan pada kemampuan dirinya dalam membedakan warna darah.
  2. Mu’tadah Ghoiru Mummayyizah (معتادة غير مميزة) / Perempuan yang pernah mengalami haid dan tidak dapat membedakan jenis darah
    Perempuan ini adalah perempuan yang pernah mengalami haid (meski 1 kali saja) dan tidak dapat mengenali dan membedakan antara warna darah kuat yang dan warna darah yang lemah.

Perempuan kategori ini, dikategorikan menjadi 3 kategori lagi:

  1. Mu’tadah Ghoiru Mummayyizah adz-Dzakiroh. Perempuan yang pernah mengalami haid dan tidak dapat membedakan jenis darah, serta hanya ingat jumlah hari haidnya saja. Pointnya adalah perempuan ini samasekali tidak mengetahui apa-apa tentang haid, dia hanya hapal lama hari darah haidnya keluar (misal perempuan ini hanya ingat jumlah hari haidnya 6 hari)
  2. Perempuan yang pernah mengalami haid dan tidak dapat membedakan jenis darah, serta hanya ingat waktu keluar dan waktu berhenti darah haidnya saja. Poinnya adalah perempuan ini sama sekali tidak mengetahui apa tentang haid, dia hanya hapal waktu keluar dan berhenti darah haidnya (misal perempuan ini ingat waktu keluarnya sebelum maghrib sekitar jam 17.00 sore, dan waktu berhenti darahnya sesudah maghrib sekitar jam 18.30)
  3. Perempuan yang pernah mengalami haid dan tidak dapat membedakan jenis darah, serta sama sekali tidak ingat jumlah hari dan awal keluar dan berhenti darah haidnya. Perempuan ini sama sekali tidak ingat berapa hari darahnya keluar, kapan awal keluarnya, dan kapan berhentinya.

NIFAS

Pengertian Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan (terpisahnya anak dari sang ibu yang melahirkan). Disyaratkan dalam darah nifas yaitu darah yang keluar setelah melahirkan adalah dalam kurun 15 hari pertama setelah bayi dilahirkan. Artinya, darah nifas itu keluar sejak hari ke-1 sampai hari ke-15 setelah melahirkan. Jika ternyata darah keluar tetapi tidak dalam masa 15 hari tersebut, maka perempuan tersebut tidak mengalami nifas, dan darah yang keluar tersebut dihukumi haid menurut qaul ashoh.

Contoh:

Pada tanggal 1 seorang perempuan melahirkan, namun darah baru keluar pada tanggal 5. Dengan demikian, darah yang keluar mulai tanggal 5 dihukumi haid, sedangkan tanggal 1 hingga 40 atau 60 hari berikutnya terbilang sebagai nifas.

Pada tanggal 1 seorang perempuan melahirkan, namun darah baru keluar pada tanggal 17. Dengan demikian, perempuan tersebut tidak mengalami nifas, dan darah yang keluar pada tanggal 17 tersebut dikategorikan sebagai darah haid (dengan tetap melihat kategori haid perempuan tersebut).

Masa Nifas

Masa nifas secara umum adalah 40 hari dan malamnya. Sedangkan masa paling sedikitnya nifas adalah lahdzoh (لحظة)/sak kecrutan (bhs. Jawa). Dan masa paling lama nifas adalah 60 hari dan malamnya.

Hukum Nifas

Jika darah nifas yang keluar melebihi masa maksimal nifas (60 hari dan malamnya), maka hukum yang berlaku hampir sama dengan hukum dan kategori haid. Maksudnya adalah hukum nifasnya dengan melihat apakah perempuan tersebut termasuk kategori perempuan yang pertama kali mengalami nifas (مبتدأة), atau perempuan yang sebelumnya pernah mengalami nifas ( معتادة), yang dapat membedakan warna darah (مميزة)) atau tidak dapat membedakan warna darah ( غير مميزة).

wallahu a’lam

About these ads

About HSR

biasa aja
This entry was posted in Keislaman and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sekilas Tentang Haid dan Nifas

  1. muhamad says:

    daftar rujukannya (pustaka)……..? biar lebih yaqinnn …..

    • HSR says:

      kebetulan itu cuma dari satu kitab, RISALATUL MAHID, isi dari kitab itu adalah nukilan-nukilan dari beberapa kitab, seperti al-Bujairami, dsb.
      makasih masukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s