Actionscript Sederhana Untuk Flash Interaktif

  1. Fungsi script attachSound
  2. Fungsi script loadMovieNum dan unloadMovieNum
    1. Fungsi script button (tombol)

     

    1. Fungsi “attachSound”

      Fungsi script attachSound adalah untuk menyematkan, melampirkan, mencantolkan suara pada sebuah file swf.

      Dasar-dasar script attachSound:

      nama_pengenal = new Sound ();

      nama_pengenal.attachSound (“nama identifier musik”);

      /* nama_pengenal pada contoh script di atas dapat diganti dengan identifier (pengenal identitas script) apa saja, yang terpenting identifier tersebut sama dan bukan bahasa yang digunakan dalam flash actionscript*/

      nama_pengenal.setVolume (90);

      nama_pengenal.start (0, 999);

      //setvolume berfungsi untuk mengatur volume suara

      //start berfungsi untuk menentukan awal dimulainya sebuah fungsi attach sound

      //nama_pengenal.start (0, 999), angka 0 di depan koma adalah angka mulai, sedangkan angka 999 adalah berapa kali sound (musik) tersebut diulang

      contoh penggunaan script attachSound:

      prikitiu = new Sound ()

      prikitiu.attachSound (“background musik”)

      prikitiu.setVolume (90)

      prikitiu.start (0, 45)

    2. Fungsi “loadMovieNum” dan “unloadMovieNum” (menjalankan dan menonaktifkan movie)

      Sebelum membahas tentang script loadMovieNum dan unloadMovieNum. Pertama-tama harus dipahami terlebih dahulu tentang leveling movie (entah istilah ini benar atau salah saya kurang mengerti :), maklum belajar flash tanpa guru, tiba-tiba saja istilah ini muncul dalam pikiran)

      Yang dimaksud leveling movie adalah seorang penyusun cd interaktif memilih movie apa saja yang akan dimasukkan dalam cd interaktif yang dibuat dan menentukan level dari masing-masing movie tersebut.

      Tujuan leveling movie ini, agar antara movie yang satu dengan lainnya tidak saling bertabrakan. Namun, terkadang memang ada beberapa movie yang menggunakan level yang sama dengan tujuan untuk dijalankan secara bergantian.

      Level movie yang terendah adalah 0, dan yang tertinggi adalah 9.

      Contoh leveling movie:

      Project CD modul interaktif pembelajaran Macromedia Flash 8:

    • Movie-movie yang dibutuhkan:
    1. Movie “main.swf”
    2. Movie “menu.swf”
    3. Movie “video tutorial.swf”, dan lain sebagainya
    • Leveling movie:

      level 0 >> “main.swf”

      level 2 >> “video tutorial.swf”

      level 3 >> “menu.swf”

    Dasar-dasar script loadMovieNum dan unloadMovieNum:

    loadMovieNum (“alamat dan atau nama file.swf”, level movie)

    unloadMovieNum (target level movie)

    contoh:

    loadMovieNum (“menu.swf”, 3)

    loadMovieNum (“control/menu.swf”, 3)

    /* (“control/menu.swf”, 3) jika file menu.swf berada pada sebuah folder yang bernama control yang berada di bawah folder utama*/

    unloadMovieNum (4);

    1. Fungsi script button (tombol)

      Berdasarkan namanya, script button adalah script yang digunakan untuk symbol jenis button (tombol).

      Event-event untuk script button:

    • press: kejadian saat tombol mouse ditekan.
    • release: kejadian saat tombol mouse ditekan dan kemudian dilepas.
    • releaseOutside: kejadian saat tombol mouse ditekan dan kemudian dilepas di luar area objek tombol.
    • rollOver: kejadian saat kursor mouse masuk dalam area objek tombol. Pada saat ini tombol mouse belum ditekan.
    • rollOut: kejadian saat kursor mouse masuk dan kemudian keluar dari area objek tombol. Pada saat ini tombol mouse belum ditekan.
    • dragOver: kejadian saat tombol mouse ditekan dan kemudian keluar dari area tombol. Pada saat ini tombol mouse masih ditekan, belum dilepas.
    • dragOut: kejadian saat tombol mouse ditekan dan kemudian keluar dari area tombol dan kemudian masuk lagi ke dalam area tombol. Pada saat ini tombol mouse masih ditekan, belum dilepas.

    Contoh di bawah ini adalah sebuah tombol yang memiliki beberapa fungsi:

    on (release) {

    unloadMovieNum (2)

    unloadMovieNum (7)

    loadMovieNum (“video/video1.swf”, 2)

    loadMovieNum (“control/judul1.swf”, 7)

    }

    on (rollOver) {

    gotoAndStop (3)

    }

     

    Tambahan:

    1. Contoh perencanaan sederhana sebuah CD interaktif

      Nama project: Modul CD interaktif “Mengoperasikan Software Digital Rastering dengan Adobe Photoshop CS4″

      Isi modul:

      (1) main.swf, (2) menu.swf, (3) video tutorial.swf, (4) non video tutorial.swf, (5) back screen.swf,

      (6) exit.swf, (7) judul.swf

      Pembagian fungsi movie:

      1. main >> attach sound, loadMovieNum (“screen.swf”, 1), loadMovieNum (“menu.swf”, 4)
      2. menu >> loadMovieNum(“non video tutorial.swf”, 2), loadMovieNum (“exit.swf”, 5)
      3. loader >> loadMovieNum (“judul.swf”, 7), loadMovieNum(“video tutorial.swf”, 2)

      Leveling movie:

      1. level 1; “control/screen.swf”
      2. level 2; video tutorial dan non video tutorial (“video/vidtutor.swf”, “video/vid.swf”)
      3. level 4; “control/menu.swf”
      4. level 5; “control/loader.swf”, “control/exit.swf”
      5. level 7; “control/judul.swf”
    2. Fungsi frame script stretch to fullscreen (membuat swf dapat direntangkan penuh sesuai dengan luas layar)

      Stage.scaleMode = “noScale”;

      Stage.align = “center”;

      //berfungsi untuk meletakkan screen di tengah layar saat tidak di-stretch fullscreen

      //di bawah ini adalah fungsi yang berhubungan dengan tombol fullscreen, jika ditekan dan tidak ditekan, dengan menggunakan identifier layarpenuh

      function layarpenuh () {

      //jika ukuran normal, jadikan fullscreen, selain itu jadikan ukuran normal

      if (Stage["displayState"] == “normal”) {

          Stage["displayState"] = “fullScreen”;

      } else {

          Stage["displayState"] = “normal”; }

      }

      Dan pada sebuah tombol ketikkan script berikut ini:

      on (release) {

          layarpenuh();

      }

      Catatan:

      Agar fungsi ini dapat digunakan dengan baik, sebelum script-script di atas, ketikkan script berikut ini:

      fscommand (“fullscreen”, “false”); //fullscreen bernilai tidak benar, agar sebuah swf saat pertama kali dijalankan tidak langsung di-stretch fullscreen

      fscommand (“allowscale”, “true”); //allowscale bernilai benar, agar screen dapat di-stretch

    3. Frame script untuk menghilangkan menu Flash Player saat sebuah file fla sudah di-publish menjadi file swf atau exe

      fscommand(“showmenu”, false”);


    4. Frame script untuk mengganti isi menu klik kanan

      function menu_saya() {

      getURL(“http://www.hasanrizal.wordpress.com”, _blank);

      }

      MENU = new ContextMenu();

      MENU.hideBuiltInItems();

      Functioned = new ContextMenuItem(“Kunjungi situs kami”, menu_saya);

      MENU.customItems.push(Functioned);

      _root.menu = MENU;


    5. Mengganti pointer mouse dengan symbol movie clip
    • Buatlah sebuah movie clip berbentuk pointer seukuran pointer mouse, dalam movie clip tersebut buatlah animasi secukupnya.
    • Setelah selesai, kembali ke scene 1 (Ctrl+E). Klik movie clip tersebut, lalu tekan F9 untuk membuka panel action. Kemudian ketikkan script berikut:

    onClipEvent (enterFrame) {

    startDrag (this, true);

    Mouse.hide();

    }

    ============

    Rujukan: Dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

    About these ads

About Hasan Rizal

biasa aja
This entry was posted in Flash, Tutorial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s