Mondok??? Siapa Takut?

“Bu, pokoknya besok aku harus didaftarkan mondok” kata seorang anak kepada ibunya. Sang ibu terkejut seraya berkata, “Lho??? Nak, mondok itu harus dipersiapkan segala kelengkapan dan kebutuhannya”. Dengan nada sedikit ngotot sang anak berkata, “Pokoknya besok aku harus sudah dimondokkan, aku kemarin sudah mendaftar sekolah formal di sana, beberapa persyaratan pendaftaran pun sudah kulengkapi, tinggal mondoknya belum” jawab sang anak.

Inilah sekelumit perbincangan yang terjadi antara salah seorang keponakan saya dengan ibunya yang tidak lain adalah kakak perempuan saya. Kakak saya begitu terkejut dan heran dengan desakan dari putra keduanya yang tiba-tiba meminta untuk segera dimondokkan di sebuah pesantren di Pasuruan. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa harus pesantren jadi tempat belajar???

Dalam tulisan singkat ini akan dipaparkan sekelumit tentang pesantren dan pilar-pilar yang membangunnya, dan gambaran proses pembelajaran yang terjadi di dalamnya, serta kelebihan-kelebihan yang ada dalam pembelajaran tersebut.

Pilar-pilar Pesantren dan Proses Pembelajaran didalamnya

Secara istilah pesantren adalah lembaga pendidikan Islam dimana para santri biasa tinggal di pondok (asrama) dengan materi pengajaran kitab-kitab klasik dan kitab-kitab umum bertujuan untuk menguasai ilmu agama Islam secara detail serta mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan pada aspek moral dalam kehidupan bermasyarakat. (Fenomena, 2005:72) Read more of this post

Tiga Klasifikasi Santri

August 30, 2010 at 3:16am

http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/16831_1112010580590_1836687500_211884_4113726_a.jpg

Jika dilihat dari sisi sosial yang ada di pesantren, santri terbagi menjadi tiga kelas; santri priyayi, santri eksekutif, dan santri pribumi.

Tulisan ini akan membahas sekelumit tentang tiga kelas santri tersebut, tentunya dengan kacamata saya.

Santri Priyayi

Santri priyayi adalah santri yang memang memiliki garis keturunan orang-orang priyayi, masih memiliki nasab darah biru. Mereka ini adalah kalangan santri yang akrab disapa "gus". Mereka terkadang mendapatkan penghormatan lebih lantaran garis keturunannya itu. Tidak jarang para santri yang berstatus tidak sama dengannya merasa sungkan dan tidak enak diri jika bergaul dengan mereka. Bahkan beberapa santri menghormatinya layaknya menghormati seorang kyai. Hal ini didasarkan pada sebuah sugesti bahwa dengan memberikan penghormatan yang lebih terhadap santri priyayi, mereka akan mendapatkan sebuah keberkahan, baik keberkahan materi, maupun non materi. Bahkan, notabene "gus" adalah kepanjangan dari "gantinya ulama salaf". Read more of this post

Pancasila dalam Perspektif Islam

Akhir-akhir ini banyak bermunculan upaya-upaya yang dilakukan baik oleh golongan yang pro maupun yang kontra terhadap keberadaan Pancasila. M. Syafi’i Anwar mengklasifikasikan paradigma pemikiran politik Islam yang berkembang di dunia kaum muslimin, yang masing-masing memiliki pandangan tersendiri tentang Islam sebagai dasar negara Indonesia. Pertama, Substantif-Inklusif, yang memandang dan meyakini bahwa Islam sebagai agama tidak merumuskan konsep-konsep teoritis yang berhubungan dengan politik, apalagi kenegaraan. Kedua, Legal-Eksklusif, yang memandang dan meyakini bahwa Islam bukah hanya agama, tetapi juga sebuah sistem hukum yang lengkap, sebuah ideologi universal dan sistem yang paling sempurna yang mampu memecahkan seluruh permasalahan kehidupan umat manusia.

Dua kelompok besar ini juga tampak secara jelas di negara Indonesia. Satu kelompok yang berupaya keras untuk mempertahankan agar Pancasila tetap menjadi pondasi NKRI, dan kelompok lainnya getol dan rutin selalu mengobarkan semangat tentang konsep negara Islam (dan al-Qur’an) sebagai pilar negara Indonesia. Read more of this post

An English Conversation

Percakapan Konyol di Telepon

Lee Sum Wan: “Hello can I speak to Annie Wan?”

Mr Sori: “Yes you could speak to me.”

Lee Sum Wan: “No! I want to speak to Annie Wan!”

Mr Sori: “You are now talking to someone! Who is this?”

Lee Sum Wan: “I’m Sum Wan… And I need to talk to Annie Wan! It’s urgent!”

Mr Sori: “I know u are someone and u want to talk to anyone! But what’s this urgent matter about?”

Read more of this post

Einstein vs Mr. Bean

Einstein mengajak Mr. Bean memainkan sebuah permainan.

Einstein: Saya akan mengajukan satu pertanyaan, jika Anda tidak tahu jawabannya maka Anda membayar saya hanya $5, dan jika saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda, saya akan membayar Anda $500.

Einstein mengajukan pertanyaan pertama:

Einstein: ”Berapa jarak dari Bumi ke Bulan?”

Mr. Bean tidak mengucapkan sepatah kata pun, merogoh saku, mengeluarkan $5.

Sekarang, giliran Mr Bean… Dia bertanya kepada Einstein:

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.