Bulan Redup di Kepala Lelaki

Bulan Redup di Kepala Lelaki

bulan redup di kepala lelaki
telentang ia memandang bintang pari
langit malam sepertiga akhir, sunyi menemani
melayang asa ketika virus HIV bersarang dalam diri

seorang lelaki termenung, ditemani bulan dan kepak gagak dalam sunyi
pikirannya menembus awan, akankah sepi esok hari?
Lepas sudah takdir membelai sanggul ronce melati
Sungguh tak ingin untuk mengingkari janji kasih

Seorang lelaki menangis , bulan mengiba pada pagi
tatap hati nan dipagari mimpi mimpi
dibuang janji bersama cincin di jemari
dia berlari tak ingin menghalangi cahaya pagi

bulan redup di kepala lelaki
rindu dipendam bersama tanya kekasih hati
tak ingin untuk mengungkap kenyataan tentang diri
dia ingin menhadapinya sendiri

Entah siapa penulis puisi ini, saya mendapatkannya dari seorang kawan yang saat itu diminta untuk membacakannya di depan siswa-siswi MA-SMK Darut Taqwa Purwosari Pasuruan tanggal 1 Desember 2009, dalam penutupan acara teaterikal peringatan Hari AIDS se-dunia. Puisi ini ditujukan tidak lain kepada para ODHA, atau para pengidap HIV/AIDS.
ODHA adalah akronim untuk Orang yang hidup dengan HIV. Dulu ada arti Orang yang hidup dengan HIV/AIDS, tetapi sekarang UNAIDS dan organisasi lain mengusulkan kita sebaiknya hanya memakai istilah AIDS bila ada alasan khusus, dan jangan langsung dikaitkan dengan HIV. Orang dapat hidup lama dengan HIV tanpa mengalami AIDS, dan sekarang terapi antiretroviral dimulai cukup dini dapat mencegah kelanjutan ke AIDS.
Sedih, bangga, bahagia bercampur jadi satu saat menyaksikan seni teaterikal sanggar seni ALIDWA MA-SMK Darut Taqwa kemarin pagi sekitar pukul 09.15.

http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/12142_1090421720882_1836687500_172576_1228402_a.jpg

Sedih, karena terbawa oleh aksi teaterikal yang menggambarkan penderitaan orang-orang yang telah terjangkit HIV/AIDS karena pergaulan bebas. Disana digambarkan oleh 3 siswa yang tergeletak kesakitan akibat penyakit HIV/AIDS. Ada seorang siswa berpakaian serba hitam yang mengerang kesakitan karena ditarik oleh dua siswa yang berbaju serba putih dengan seikat tali putih. Seakan menggambarkan seseorang yang sedang terseret dalam lembah kehancuran dan kenistaan akibat penyakit ini. Trenyuh membayangkan seandainya diri terjangkit penyakit ini, na’udzubillah…

http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/12142_1090420920862_1836687500_172572_2296042_a.jpg

http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/12142_1090421320872_1836687500_172573_4459853_a.jpg

Rasa bangga pun muncul karena para pemeran teater siswa ini tampil optimal. Meski masih dalam kapasitas teater siswa mereka dapat menarik perhatian seluruh siswa-siswi dan dewan guru MA-SMK Darut Taqwa. Aksi mereka lepas, seakan-akan benar-benar menyuarakan jeritan hati para ODHA di dunia ini. Alhamdulillah, kita masih diingatkan Allah melalui para pemeran aksi teaterikal ini, bahwa HIV/AIDS memang ada di sekeliling kita dan selalu siap untuk menjangkiti siapa saja.
Akhirnya bahagia pun menyambut, tatkala para pemeran teaterikal ini menyampaikan pesan-pesan akan bahaya pergaulan bebas. Klimaks teaterikal digambarkan dengan pemeran yang berbaju serba hitam semakin diikat dengan kencang dan akhirnya dihimpit oleh para pemeran berbaju serba putih yang berjumlah sekitar lima orang. Dan dia pun (aktor berbaju serba hitam) menyampaikan pesan terakhirnya bahwa inilah akibat dari pergaulan bebas, yang menyeret dirinya pada HIV/AIDS.

http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/12142_1090421440875_1836687500_172574_516814_a.jpg

http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/12142_1090421560878_1836687500_172575_6201542_a.jpg

Entah berapa kali kita mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang bahaya pergaulan bebas. Entah berapa kali kita berpartisipasi dalam seminar tentang bahaya pergaulan bebas. Entah berapa kali kita diingatkan oleh orang-orang yang telah merasakan sakitnya raga, trenyuhnya jiwa akibat HIV/AIDS. Namun, sudahkah kita tersadar bahwa kita telah benar-benar berusaha untuk menjauhinya??? Wallahu a’lam.
Dalam al-Qur’an surat al-Isra’ ayat 32 disebutkan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk".
Dalam surat al-Mukminun 1-6 juga disebutkan: "1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, 3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, 4. dan orang-orang yang menunaikan zakat, 5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela".
Dan jika memang telah terperosok ke dalam lembah kenistaan semoga segera tersadarkan, seraya memohon ampun pada-Nya. al-Qur’an surat Ali Imran ayat 135: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui".
Hanyalah Allah tempat kembali, hanyalah Allah tempat berpasrah dan memohon pertolongan, hanyalah Allah Sang Penerima Taubat.

Pasuruan, 1 Nopember 2009

About HSR

biasa aja
This entry was posted in Lain-lain. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s