Wanita Salehah: Perhiasan Sejati

Masih teringat dalam pikiran kita akan kisah Nabi Adam as. saat beliau tertidur di surga, saat terbangun dari tidurnya, beliau mendapati seorang wanita berada di sisinya. Nabi Adam pun merasa penasaran dan ingin menyentuh wanita tersebut. Akan tetapi, Allah swt. melarangnya sebelum ia memberikan mahar berupa shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Sosok wanita ini tidak lain adalah Ibu Hawa, ibu segenap umat manusia. Sosok pasangan hidup yang amat dirindukan oleh Nabi Adam as.

Kita juga masih teringat dengan kisah Nabi Ibrahim as. saat Allah swt. mewahyukan kepada beliau untuk menyembelih Nabi Ismail. Siti Hajar – salah satu istri Nabi Ibrahim as. – dengan setia dan sabar menemani beliau untuk melaksanakan perintah Allah yang sangat berat itu.

Juga masih terlintas di benak kita, bagaimana besarnya pengorbanan Khadijah terhadap perjuangan Rasulullah saw. Tidak hanya tenaga dan pikiran, harta pun oleh Khadijah dikorbankan. Khadijah selalu setia dan teguh menemani Rasulullah saw. di saat-saat genting dan kritis, di saat-saat hujaman makian, ancaman dan serangan kafir Quraisy kepada beliau. Semua tidak lain hanya demi tegaknya panji-panji Islam.

Demikian pula dengan Siti Aisyah, meskipun terhitung masih muda belia, dia memiliki kecerdasan yang tinggi, serta memiliki pengaruh tersendiri terhadap perjuangan Nabi saw.

Dalam era modern dan serba global saat ini, sering kita jumpai wanita-wanita yang – seakan-akan tidak merasa malu – menampakkan bagian tubuhnya di tempat umum. Tidak jarang juga kita temui di berbagai media massa, gambar-gambar yang dapat memicu syahwat laki-laki. Semua ini dengan mudah dapat diakses oleh semua kalangan.

Suatu ketika saat Rasulullah saw. hendak pergi menuju masjid pada hari raya Idul Adha, beliau lewat di depan orang-orang perempuan, beliau pun bersabda: “Wahai sekalian perempuan, sungguh aku melihat paling banyak penduduk neraka adalah orang-orang perempuan”. Perempuan-perempuan itu lalu bertanya: “Mengapa demikian wahai Nabi?”. Rasul pun menjawab: “Karena perempuan seringkali melakukan sesuatu yang dilaknati Allah, dan sering mengkufuri suaminya”. (HR. Bukhari)

Al-Qur’an telah memberikan gambaran kepada kita tentang sosok wanita salehah dalam QS. an-Nur: 31, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”.

Dalam sebuah ungkapan hikmah disebutkan: “Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara, dan apabila wanita itu rusak maka akan rusak pula negara”.

Wanita memiliki peranan besar dalam membangun sebuah negara yang baik. Karena negara yang baik dibangun oleh generasi yang baik. Dan generasi yang baik lahir dari keluarga yang baik pula, yang didalamnya ada wanita yang baik.

Dengan demikian, menentukan pilihan pasangan hidup (wanita) adalah sebuah langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik, sekaligus sebuah pilihan berat yang kelak akan memberikan pengaruh terhadap generasi selanjutnya. Wallahu a’lam.

Pasuruan, 28 Nopember 2009

About HSR

biasa aja
This entry was posted in Lain-lain. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s