Syair Untuk Gus Dur

يَاعَبْدَ الرَّحْمَنْ يَا آيَاتَ الزَّمَانْ

إِلَى جِوَارِ الرَّحْمَنْ رَجَعْتَ بِالآمَانْ

يَا عَبْدَ الرَّحْمَنْ يَا رَايَةَ السَّلاَمْ

أَدْخَلَكَ الرَّحْمَنْ جَنَّةَ دَارِ السَّلاَمْ

Wahai Abdurrohman, wahai tanda-tanda zaman
Kepada Allah Sang Pengasih, engkau kembali dengan tenang
Wahai Abdurrohman, wahai panji keselamatan
Allah memasukkan engkau ke surga, rumah keselamatan

Oleh: Emha Ainun Najib (Cak Nun)

===============

Syair di atas disusun oleh Cak Nun dan dilantunkan dalam acara 7 hari setelah wafatnya Gus Dur.

Saya mencoba untuk melanjutkan syair ini hingga menjadi beberapa bait. Meski pada dasarnya saya sendiri tidak memiliki kompetensi yang baik untuk melakukannya. Apalagi beberapa bait di atas ditulis oleh orang seperti Cak Nun dan ditujukan untuk orang selevel Gus Dur.

Bisa jadi isi syair yang saya susun ini tidak mewakili terhadap apa yang ada pada kenyataannya. Bisa juga tata bahasa dan nilai sastra syair bahasa Arab ini terasa kering, bahkan bisa jadi salah.

Oleh karena itu, jika ada kekurangtepatan isi, pilihan kata, serta nilai sastra yang ada dalam syair ini. Mohon diberikan saran konstruktif agar menjadi lebih sempurna.

===============

فَاشْهَدُوْا عِبَادَ اللهِ حُسْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنْ

وَحُسْنَ مُعَاشَرَتِهْ لِجَمِيْعِ اْلإِنْسَانْ

لَوْلاَ عَبْدُ الرَّحْمَنْ لَقَدْ هَلَكَ الزَّمَانْ

بِجُهْدٍ قَدْ حَاوَلَ إلى تَحْقِيْقِ الإحْسَانْ

Wahai manusia, saksikanlah kebaikan Abdurrohman
Kebaikan pergaulannya terhadap semua manusia
Andaikata tak ada Abdurrohman, binasalah zaman
Dengan sungguh-sungguh, dia berusaha mewujudkan perbaikan

أَعَانَ اْلآخَرِيْن وَآتَاهُمُ اْلآمَانْ

عَاشَرَ وَحَامَاهُمْ بِإِعْطَاء الْبُرْهَانْ/البيان

ِلأَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ رَحْمَةً لِلْعَالَمْ

وَالتَّعَدُّدِيَّةْ مِنْ سُنَنِ الرَّحْمَنْ

Dia menolong ”orang lain” dan memberikan ketenangan
Bergaul dengan mereka, dan melindungi mereka dengan bukti nyata
Karena dalam Islam, ada rahmat bagi semesta alam
Pluralisme adalah sunnatulloh, Sang Pengasih

وَهُوَ أَبُو اْلأُمَّةْ مُفَكِّرُ الْبُلْدَانْ

مَا جَاءَ إِلاَّ لِخِدْمَتِهِمْ وَاْلآمَانْ

عِنْدَمَا أصابته شَدَائِدُ الزَّمَانْ

قَابَلَهَا حَازِمًا بِالْحَقِّ مُسْتَقِيْمًا

Dialah bapak umat, pemikir bangsa
Dia datang hanya untuk melayani umat dan kedamaian
Ketika kejamnya zaman menimpanya
Dihadapinya dengan penuh keteguhan akan kebenaran, dan istiqomah

يَا اللهُ يَا رَحْمَنْ يَا كَثِيْرَ الْغُفْرَانْ

بِبَرَكَةِ الْغَوْث وَبِعَلَمِ اْلإِيْمَانْ

اِجْعَلْ إِنْدُوْنِيْسِيَا بَلَدًا سَالِمًا

مُتَمَدِّنًا وَرَعِيَّتُهُ فِي اْلآمَانْ

Ya Allah Maha Pengasih, Maha Pengampun
Dengan berkah al-Ghouts dan Rasulullah
Jadikanlah Indonesia negeri yang damai
Berperadaban, dan masyarakatnya dalam ketenangan

About HSR

biasa aja
This entry was posted in Bahasa Arab and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Syair Untuk Gus Dur

  1. ADEN says:

    Sip cak…
    Aku stuju

    • HSR says:

      Makasih, tapi ini hanya sebuah tulisan kecil yang nggak sebanding dengan kiprah dan sepak terjang Gus Dur

  2. Am3l says:

    nice….!!!! ga da rencana buat dilantunkan juga ta?kaya cak Nun?

    • HSR says:

      Am3l, nggak ada kayaknya, itu cuma lagi iseng aja pas lagi berkabung setelah wafatnya Gus Dur, btw makasih dah mau mampir

  3. syair yg berlebihan,,,bisa jadi pemujaan yg berlebihan,,pdhal tdk ada yg patut kita sanjung selain Rasulullah saw, meskipun beliau tdk suka dipuji,

    • HSR says:

      begitulah bahasa syair,
      menurut saya, tulisan ini hanya sebuah bentuk ungkapan sedih sekaligus terima kasih atas pengorbanan beliau melindungi kaum minoritas, bukan yang lainnya. Sebuah sanjungan juga berarti bentuk ucapan terima kasih, berterima kasih kepada sesama manusia, berarti kita juga bersyukur kepada-NYA.
      Tentang Rasulullah tidak suka dipuji, saya kira saya tidak setuju. Pernah Rasulullah pernah dipuji oleh seorang penyair Badui yang ketika itu dia mengikrarkan diri masuk Islam, beliau diam, bukan tidak suka.
      Coba lihat juga syair Burdah karangan imam al-Bushiri, betapa dalam luapan emosi sanjungannya. Konon, ketika dia sedang mengarang syair itu, dia sempat dikunjungi Rasulullah dalam tidurnya, dia menyuruh al-Bushiri membacakan syair yang ditulisnya. Setelah al-Bushiri selesai membacakannya, Rasulullah pun tersenyum…
      Btw, makasih udah mampir dan kasih komen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s